 | Blog | Sep 11, 2008 |
  | SEJARAH ROKOK KRETEK | Aug 13, 2007 |
Penemuan Rokok Kretek dan lahirnya industri rokok Kretek di Kudus Lahirnya industri rokok kretek di Kudus, bahkan di Indonesia, tidak bisa dipisahkan dari Haji Jamahri, seorang penduduk di Kudus. Pada Suatu waktu Haji Jamahri menderita penyakit dada. Penyakit ini telah lama diidap olehnya. Ia benar-benar sangat menderita, setiap kali serangan sesak napasnya datang. Untuk mengobati penyakitnya yang telah lama merana ini ia mencoba memakai minyak cengkeh , digosokannya dibagian dada dan punggungnya. Ternyata, ia merasa mengalami kebaikan, sekalipun belum sembuh sama sekali. Selanjutnya ia mencoba mengunyah cengkeh. Hasilnya jauh lebih baik, hingga kemudian terlintas dalam pikirannya untuk memakai rempah-rempah ini sebagai obat. Adapun caranya, sangat sederhana sekali. Cengkeh ini dirajang halus-halus, kemudian dicampurkan pada tembakau yang dipakainya untuk merokok. Dengan cara ini ia bisa menghisap asapnya sampai masuk ke dalam paru-parunya. Hasilnya benar-benar diluar dugaan. Penyakit dadanya menjadi sembuh. Cara pengobatan ini dengan cepat telah terkenal didaerah sekitar tempat tinggalnya. Teman-teman dan hadai-taulannya beramai-ramai meminta rokok mujarab yang diisapnya. Mereka ternyata merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Karena demikian banyaknya permintaan, Haji Jamahri terpaksa membuatnya dalam jumlah yang melimpah-ruah. Demikianlah, suatu barang yang semula hanya dimaksudkan sebagai obat, dalam waktu singkat telah menjadi sumber manfaat dan kenikmatan, hingga sebuah perusahaan kecil harus didirikan olehnya. Sebuah akibat lainnya, banyak orang kemudian berusaha mengikuti jejaknya. Dengan cara demikian, lahirlah industri rokok kretek di Kudus. Pada awal mulanya, penduduk Kudus menyebut jenis rokok baru hasil penemuan Haji Jamahri ini “rokok cengkeh”. Akan tetapi, oleh karena jika dihisap rokok ini menimbulkan bunyi “kretek-kretek” seperti bunyi daun dibakar (dalam bahasa jawa disebut “kumretek”), sebagai akibat pemakaian rajangan cengkeh untuk campuran tembakau isinya, jenis rokok ini akhirnya disebut orang “rokok kretek”. Haji Jamahri meninggal di Kudus pada tahun 1890. Dengan demikian bisa diperkirakan, lahirnya rokok kretek di Kudus terjadi antara tahun 1870 sampai tahun 1880. Dikutip dari buku : Rokok Kretek - lintasan sejarah dan artinya bagi pembangunan bangsa dan negara. Tulisan Amen Budiman dan Onghokham. Berangkat dari rasa bangga dengan adanya rokok yang mengandung cengkeh atau biasa disebut rokok kretek dan rokok kretek filter yang didunia dimulai dari Kudus dan hanya ada dan diproduksi di Indonesia. Saya mulai mencoba mengumpulkan serta mengoleksinya terutama rokok-rokok yang diproduksi secara rumahan dengan produksi yang seadanya seperti apa yang dilakukan perintisnya diatas. Begitupun dengan design serta cap yang digunakan terkesan nyeleneh, gampangan dan contek sana contek sini, justru disini letak keunikan rokok jenis ini. Rokok-rokok inilah yang biasanya disebut rokok marjinal, rokok pinggiran atau rokok plesetan yang menjadi tujuan utama koleksi saya….monggo….   | Photos | Apr 10, 2011 |
GG Surya Premium 15 Photos
Dunia Pewayangan 26 Photos, 3 comments
GG Surya Slim 17 Photos, 1 comment
Geng Hijau 56 Photos, 2 comments
|
 |  | Komunitas Kolektor Rokok | |
  | Guestbook | |
 |
desyar1234 wrote on Sep 28, '11, edited on Sep 28, '11 salam kenal Pak kandar...saya juga ingin mengkoleksi rokok Plesetannya, mnt tolong d infoin ke saya ya pak,,,matur suwun sanget Pak kandar :) desyar_123@yahoo.com |
 | Salam kenal dari WONGANTIK Indonesia |
 | Ya ngak apa2 sih, kan cuma koleksi bukan untuk dikonsumsi. makasih sdh mampir. |
 |
elgor wrote on Jan 31, '10 sugeng tanggap warso pak Kandar. mugi tansah pinaringan berkah dalem Gusti. amin |
 | makasih yah mas atas infonya... kalau nanti saya butuh atau teman saya butuh jenis rokok yang lain .. saya akan email ke mas.. makasih atas atensinya.. iman |
 | Salut sekali dengan koleksinya pak Kandar. Salam kenal ya pak.. |
 | salam pak !!! saya baru berhenti rokok senang membaca blog anda |
 | Pade gimana kabarnya baik kan, hebat koleksinyta makin lengkap aja, saluttt,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,  rokok plesetan lagi sepi dipasar jadi komunitas sepi milispun sepi.... |
 | Pade gimana kabarnya baik kan, hebat koleksinyta makin lengkap aja, saluttt,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, |
 | Halo Mas Cak, saya mbeliin Djarum Super di Washington DC sini - saban minggu satu pak. Mau berhenti ... males. Tabik. RS |
 | cakkandar...wah pengkoleksi rokok ya? salut...salam kenal cak |
 | salam kenal juga, kalo mau mampir monggo. |
    |  |      |
| |